Sabtu, 07 Maret 2009

Tuyul mencuri uang?

Email: Saya mau bertanya berkaitan dengan makhluk ghaib:
Kalau ada uang sering hilang yang ada indikasi dicuri Tuyul, bagaimana cara mengatasinya? Terimakasih sebelumnya

Liga Awani (Maret 2009)

Tuyul adalah nama yang diberikan masyarakat kita kepada makhluk halus yang masih belia dan suka mencuri. Selain tuyul ada lagi nama-nama lain bagi makhluk halus lainnya yang juga punya sifat dan kebiasaan berbeda. Misalnya, genderwo, kolongwewe, pocong, kuntilanak, jerangkong, hantu, dan lain sebagainya. Itu semua nama imajinatif yang tidak jelas sejak kapan nama-nama itu dipopulerkan dan siapa yang pertama kali menamakannya.
Coba Anda ingat-ingat. Barangkali uang itu jatuh di jalan atau di depan took ketika Anda mengambil selembar lalu lembaran lain ikut terbawa dan jatuh? Barangkali di antara anggota keluraga ada yang iseng atau tidak sengaja? Atau kemungkinan digondol tikus ketika Anda letakkan uang itu di atas meja misalnya, sebab uang itu bau akibat beredar di banyak tangan dan tikus suka yang bau-bau itu. Jika semua kemungkinankemungkinan itu tidak Anda temukan dan Anda yakin uang itu hilang secara misterius, maka…
Sebelum menjawab pertanyaan Anda di atas sebaiknya kami sampaikan sebuah hadits riwayat Bukhari dari Abu Hurairah sebagai berikut:
Dari Abu Hurayrah, ia berkata, "Rasulullah menyuruh aku menjaga zakat Ramadhan. Tiba-tiba datang seseorang mengambil makanan dengan kedua tangannya, lalu aku menangkapnya."
"Akan aku laporkan kamu kepada Nabi," ancamku.
"Aku membutuhkan. Aku punya keluarga. Aku sangat membutuhkan," jawabnya.
Lalu aku lepaskan dia. Di pagi hari Nabi bertanya: "Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawananmu tadi malam?"
"Ia sangat membutuhkan untuk keluarga, katanya. Aku kasihan, lalu aku lepaskan," jawabku. "Sungguh ia berbohong kepadamu dan ia akan kembali," sabda beliau.
Aku yakin, jika Nabi mengatakan ia akan kembali, pasti benar ia akan kembali, maka aku harus mengusirnya. Benar, ia datang lagi dan mengambil segenggam makanan dan aku menangkapnya. "Sungguh akan aku laporkan kamu kepada Nabi," ancamku.
"Lepaskan! Aku membutuhkan. Aku punya keluarga. Aku tidak akan mengulangi lagi," kilahnya.
Aku kasihan, lalu aku lepaskan lagi. Di pagi harinya Nabi bertanya: "Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawananmu?"
"Wahai Rasulullah, ia mengaku sangat membutuhkan untuk keluarganya, maka aku kasihan dan aku lepaskan," jawabku.
"Sungguh ia berbohong kepadamu dan ia akan kembali," sabda Nabi.
Benar, ia kembali untuk yang ketiga kalinya untuk mengambil makanan. "Akan aku laporkan kamu kepada Nabi. Ini yang ketiga kalinya dan kamu berjanji tidak akan kembali, tetapi kamu kembali juga," ancamku.
"Lepaskan! Akan kuajarkan kamu kata-kata yang Allah berikan manfaat untukmu," katanya.
"Apa itu?" tanyaku.
Ia menjelaskan: "Jika kamu menuju tempat tidurmu lalu kamu membaca Ayat Kursi (al-Baqarah: 255) hingga akhir ayat, maka senantiasa bagimu ada penjaga dari Allah dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari."
Kemudian aku lepaskan dia.
"Apa yang dilakukan tawananmu tadi malam," tanya Nabi kepadaku pada pagi harinya. "Wahai Rasulullah, ia mengajariku kata-kata yang, katanya, Allah memberikan manfaat kepadaku. Lalu aku melepaskannya," jawabku.
"Apa itu?" tanya Nabi.
"Ia mengatakan: 'Jika kamu menuju tempat tidurmu lalu dibacakan Ayat Kursi dari awal hingga akhir ayat, maka senantiasa bagimu ada penjaga dari Allah dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari," jelasku.
Lalu Nabi bersabda:
"Tidak tahu,"
jawabku.
"Dia itu setan," jelas Nabi.
(H.R. Bukhari).
Dengan memeprhatikan hadits di atas, kita mendapat pelajaran bahwa memang setan (termasuk tuyul di dalamnya) punya kemampuan untuk mencuri (mengambil makanan yang sedang dijaga Abu Hurairah [contoh dalam hadits]).
Maka, untuk menjaga milik kita agar jangan sampai dicuri tuyul, hendaklah kita tidak lupa sering membaca Ayat Kursi, terutama menjelang tidur. Meskipun bacaan itu diajarkan setan, tetapi Nabi telah membenarkan bacaan itu untuk penjagaan.